Sabtu,  25 April 2020, (2 Ramadhan 1441 H)

Assalamualaikum wr wb.

Pada malam ke ini kita bicarakan ketaqwaan pada bulan ramadhan. Ramadhan adalah bulan penuh berkah bulan penuh rahmah. Maksimalkan amalan kita bukan minimalis, asal lewat nanti juga ramadhan lewat sendiri. Apapun amal kebaikan kita lakukanlah sebanyak munngkin. Ramadhan adalah kumpulan hari yang sangat mulia jangan dibiarkan.

Bila dibiarkan maka hilanglah itu. Bila hilang sebagian maka hilang pula hari2 berikutnya.

Anjuran memperbanyak doa ketika berbuka puasa Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الْإِمَامُ الْعَادِلُ، وَالصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ يَرْفَعُهَا اللَّهُ فَوْقَ السَّحَابِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Ada tiga orang yang doanya tidak ditolak: Pemimpin yang adil, orang yang berpuasa sampai dia berbuka, dan doa orang yang didzalimi, Allah angkat di atas awan pada hari kiamat.”,

Do’a yang tidak ditolak

Berdoalah saat puasa ramadhan, insya Allah akan Allah kabulkan. Karena ada tiga doa yang tidak akan ditolak Allah SWT, yakni (Utami, 2019):

Pertama, do’a orang yang berpuasa

(HR. At-Tirmidzi 2526, Thabrani dalam Al-Ausath 7111. Syaikh Aqil bin Muhamad Al-Maqthiri mengatakan: Hadis ini statusnya hasan berdasarkan gabungan semua jalurnya. Hadis ini juga dinilai hasan oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Talkhis Al-Habir, 2:96).

 Hadis di atas menunjukkan anjuran bagi orang yang sedang puasa untuk memperbanyak berdoa sebelum dia berbuka. Sebagian ulama menegaskan bahwa hadis ini tidak ada hubungannya dengan berdoa ketika berbuka. Karena teks hadis ini bersifat umum, bahwa orang yang sedang berpuasa memiliki peluang dikabulkan doanya di setiap waktu dan setiap kesempatan, sebelum dia berbuka. (I’lamul Anam bi Ahkam As-Shiyam, Hal. 76).

Kedua, pemimpin adil, dan

Ketiga, doa orang yang didzolimi

Allah SWT tak pernah menolak doa orang yang teraniaya. Biasanya orang teraniaya yang diperlakukan secara tidak adil. Baik itu secara verbal maupun non verbal.

Seperti dalam sebuah riwayat hadist Bukhari dan Muslim dikisahkan ketika Sa’d bin Abi Waqqasah difitnah oleh seorang laki-laki bernama Usamah bin Qatadah. Salah satu fitnah yang datang kepada Sa’d adalah dibilang bahwa tak pernah menghukum perkara dengan adil.

Mendengar fitnah itu, Sa’d beroda agar Usamah diberi umur panjang namun dengan kehidupan yang miskin dan serba kekurangan. “Aku adalah seorang tua renta yang tertimpa bencana karena doa Sa’d,” kata Usamah saat ditanya kabar oleh tetangga.

Berikut ini hadist yang menerangkan tiga macam doa yang tak pernah ditolak, “Tiga macam doa yang dikabulkan (oleh Allah SWT) dan tidka ada keraguan di dalamnya (yakni dalam hal dikabulkannya doa tersebut); doa orang tua, doa orang yang sedang bepergian dan doa orang yang teraniaya”. (HR Ahmad, at Tirmidzi, Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Apa maksudnya pada ramadhan setan diikat? Artinya bahwa ada bulan ramadhan bukan berarti kita seenaknya terbebas dari hawa nafsu, gangguan setan. Maknanya bahwa Allah di bulan ini memberikan kebaikan berupa petunjukknya, kebesaran ampunannya, namun kembali kepada kita. Suasana fasilitas yang Allah berikan ini kita terima dengan kesadaran atau kita biarkan. Karena pada akhirnya akan kembali kepada kita.

Shalat tidak berjama’ah? Bukan berarti bersyukur tidak shalat berjamaah karena ada anjuran pemerintah. Tapi tetap hidupkan masjid dengan tetap menjalanan protokol kesehatan. Tidak dibenarkan tidak usah shalat. Bahkan dalam waktu perang pun tetap dilaksanakan syariat, sesuai dengan kondisinya?

Bagaimana dengan pahalanya? Shalat di rumah apa karena males ke masjid, atau karena protokol tidak dilakukan? Silakan dievaluasi, karena Allah yang lebih mengetahuinya.

Subhanakallahuma wabihamdika, ashadu alla illaha illa anta, astaghfiruka wa atubu ilaik…

Wassalamu alaikum wr wb.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top