Oleh: Gamin

Menarik sekali mengikuti Webinar KPH hari ini yang mengangkat tema MADU KPH Untuk Indonesia. Salah satu narasumber, Dr. Mahani-Dosen UNPAD, mengutip kandungan Al Qur’an bahwa 9 dari 10 pintu rezeki ada pada sektor perdagangan. Memang Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di Indonesia memiliki potensi yang besar karena menguasai dan mengelola kawasan. Hasil-hasil KPH sudah cukup banyak diantaranya madu. Namun tidak cukup di situ, perlu diciptakan sistem untuk memasarkan hasilnya.

Keberhasilan pemasaran adalah banyaknya transaksi. Maka mencipakan sistem yang membuat terjadinya transaksi yang banyak adalah penting sekali. Kita ingat Gojek. Gojek adalah perusahaan transportasi terkini yang besar. Apakah punya armada? Jawabannya adalah tidak. Traveloka apakah memiliki pesawat dan hotel? Tidak. Tokopedia, Bukalapak, apakah meiliki stok dan gudang produk untuk dijual? Jawabannya lagi-lagi tidak. Mereka memiliki sistem.

Pada sistem itu proses transaksi dilakukan, dan distribusi produk serta berbagi margin keuntungan terjadi. Sebagai contoh. Produk madu propolis kemasan 100 ml sampai ke tangan konsumen harganya bisa mencapai 250 ribu. Proses transaksinya mungkin saja begini. Bila pemasar membeli produk dari produsen (perusahaan kemasan) dengan jumlah 20.000 botol mungkin pembeli bisa mendapat harga 36 ribu per botol, produsen sudah untung. Bila membelinya hanya 2000 botol maka harga dilepas 100 ribu per botol. Sistem akan berjalan dan rantai pemasaran terjadi, demikian pula distribusi manfaat dan keuntungan. Kalau mau untung ya silakan membeli dengan jumlah yang besar, penjual akan memberikan harga rendah dan masih untung. Semua sah dan halal dari sistem hukum manapun. Itu yang penting kita pikirkan.

Beberapa waktu lalu telah dirintis aplikasi “Hutanku” yang dishare oleh Bang Juliman rekan di salah satu KPH di Kalimantan Selatan kiranya berusaha untuk ciptakan sistem ini. Aplikasi ini dapat ditemui di Play Store lalu diinstal. Meskipun demikian pemosting mengatakan sistem masih dibangun.

Sumber: Google Play Store

Sejalan dengan paparan narasumber Dr. Mahani tadi tentu sistem ini layak kita dukung. Hayuk lanjutkan kawan-kawan yang sedang membangun sistem pemasaran ini.

Bogor, 21 Mei 2020

6 thoughts on “Bisnis KPH: Perlu Ciptakan Sistem Yang Perbanyak Transaksi”

    1. Based on the speaker that every transaction need cost and get profit. So more transaction more cost in the other hand but also more profit for other stakehoder. Tks for your excellence comment.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top