Oleh: Gamin

Bagaimanapun kehidupan akan terus berjalan sekalipun ada wabah Covid-19 ini. Wabah bisa jadi terjadi akibat telah ada ketidak seimbangan alam. Maka dengan wabah yang ada akan memaksa adanya keseimbangan baru di alam.

Memang benar manusia adalah pemimpin untuk alam semesta, namun untuk dapat memimpin alam manusia harus pula belajar dari alam. Pun harus bersahabat dengan alam. Artinya manusia harus menyesuaikan dengan kondisi alamnya. Tanpa penyesuaian dengan alam maka manusia bisa tergilas oleh alam itu sendiri. Hanya makhluk yang dapat bersahabat dengan alamlah yang akan bertahan bersama alam dan makhluk lainnya.

Presiden Indonesia-Joko Widodo menyatakan bahwa the "New Normal", tatanan kehidupan baru sudah pasti mengalami perubahan dengan adanya Covid-19 ini. Pada dunia bisnis dan ekonomi hal ini mengacu pada kondisi keuangan pasca krisis ekonomi 2007-2008, resesi global 2008-2012 (Tempo.co).

Meskipun untuk melakukan New Normal tersebut perlu mengingat catatan penting yang disyaratkan oleh Direktur WHO untuk Eropa-Dr. Hans Henri P. Kluge bahwa setiap langkah penerapannya perlu memastikan: transmisi Covid-19 telah dikendalikan; kesehatan masyarakat dan sistem kesehatan mampu mengidentifikasi, mengisolasi, menguji, melacak kontak, dan mengkarantina, mengurangi resiko dan mencegah secara ketat; dan masyarakat ikut terlibat dan berperan dalam transisi. Tansisi yang kemungkinan perlu dilakukan bertahap diawali dengan persiapan-persiapannya.

Bagaimana peran widyaiswara (pelatih) pada pelatihan kehutanan menghadapi kondisi "new normal" ini?. Tugas pokok Widyaiswara adalah mendidik, mengajar, dan melatih (dikjartih). Meski demikian ada tugas inti lain seperti mengikuti pendidikan dan pelatihan, melakukan evaluasi dan pengembangan diklat, mengembangkan profesinya, serta kegiatan penunjang. Sebelum New Normal diberlakukan, widyaiswara dan pelatihan aparatur khususnya bidang lingkungan hidup dan kehutanan telah berupaya melaksanakan pelatihan dengan menyesuaikan kondisi minim kontak fisik.

Pendidikan dan Pelatihan

Untuk mempersiapkan pelatihan metode daring, para widyaiswara terlebih dahulu mengikuti dan merasakan pembelajaran full e-learning. Diklat calon pengajar Pelatihan Kepemimpinan Pengawas-PKP dan calon pengajar Pelatihan Kepemimpinan Administrator-PKA misalnya telah diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara-LAN secara online.

Kegiatan Evaluasi dan pengembangan Diklat

Kegiatan pelatihan diawali dengan desain pelatihan yang mana kurikulum dan sillabus perlu disusun terlebih dahulu. Beberapa bulan belakangan ini penyesuaian pelatihan menghadapi Covid-19 ini dilakukan dengan menyusun kurikulum pelatihan (tugas pengembangan diklat) yang adaptif sesuai kondisi. Sesuai anjuran pemerintah dan juga instansi pembina, Lembaga Administrasi Negara-LAN, bahwa pada masa pandemi Covid-19 ini pelatihan dilakukan secara daring. Komunikasi dan rapat-rapat penyusunan kurikulum ini dilakukan secara daring juga.

Kegiatan Dikjartih

Kegiatan berikutnya adalah menyusun materi pelatihan-seperti bahan ajar/modul, bahan tayang, lembar tugas, dan lembar evaluasi-dilakukan dengan sebagian besar tidak ketemu secara fisik.

Melaksanakan pelatihan secara online melalui media video conference atau live chat. Pelatihan online ini dapat dilakukan secara langsung dalam waktu bersamaan (syncronous) atau secara tidak langsung (unsyncronous). Pada pelatihan pendampingan perhutanan sosial pasca ijin yang telah melatih lebih dari 1500 orang dalam dua gelombang dilakukan secara syncronous. Ternyata dengan kondisi ini masyarakat sekitar hutan pendamping dan pemegang ijin usaha perhutanan sosial dapat mengikuti pelatihan dengan sangat baik meski banyak sekali cerita perjuangan menyesuaikannya. Pelibatan berbagai elemen pemerintah, swasta, lembaga non pemerintah, pemerhati kehutanan, pemerhati masyarakat, dunia akademik, dunia penelitian, dan dunia usaha turut mendukung menjadi tutor utama selain widyaiswara.

Pelatihan secara daring

Tentu ini tidak lepas dari peran para aktor dibalik layar yang menyiapkan sajian pembelajaran pada Learning Manajemen System-LMS untuk bisa diakses peserta dan tutor. Pembimbingan kepada peserta dan tutor banyak catatan kisah pembelajaran yang sungguh berarti gegara Covid-19 ini.

Pengembangan Profesi

Pengembangan profesi dalam wujud menusun karya tulis baik non buku maupun buku sudah tentu dapat dilakukan sendiri dimanapun berada. Aktifitas ini bagai mendapat angin segar dukungan ketika diperintahkan untuk mengurangi pergerakan. Memang kegiatan menulis dalam rangka pengembangan profesi kebanyakan adalah duduk dan berinteraksi dengan laptop dan fasilitas internet. Jadi dengan New Normal nanti justru logikanya lebih banyak karya yang dituangkan dalam tulisan maupun rekam jejak lain.

Kegiatan penunjang

Selain itu seiring dengan perintah bekerja dari rumah (WFH), widyaiswara juga melakukan banyak sekali kegiatan peningkatan kapasitas baik melalui pelatihan online maupun seminar atau workshop secara online.

Hikmah Pembelajaran

Adalah benar Covid-19 ini mengajak kita belajar dari alam lalu bersahabat dengan keadaanya. Banyak cerita pembelajaran yang menarik namun saling dukung menjadi kunci keberhasilannya. Istilah baru, pos pembiayaan baru, cara pandang baru dengan sendirinya perlu diakui kehadirannya dan kita berdamai dengannya. Berbekal pengalaman beberapa bulan semenjak PSBB, kami rasa Widyaiswara khususnya dan pelatihan aparatur kehutanan umumnya berani menyatakan siap melayani pada kondisi New Normal.

Bogor, 26/05/2020 15.12 WIB.





2 thoughts on “Peran Widyaiswara pada pelatihan di kondisi “New Normal””

  1. Nurshiddieq, S.Sos.,M.pd

    Banyak hikmah dengan kejadian covid 19 ini hususnya dalam metode pembelajaran daring ini merupkan salah satu pilihan yang tepat

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top