Home » Empat Pelajaran dari Keteladanan Nabi Ibrahim AS

Pada khutbah Idul Adha 1442 H, Ustadz Marjuin Fahmi menyampaikan hikmah Idul Adha berupa empat keteladanan dari Nabi Ibrahim AS. Ini adalah khutbah ied yang disampaikan pada kegiatan Idul Adha di klaster Masjid Al Ukhuwah (RT.01,02 dan 03 RW.014) Perumahan Alam Tirta Lestari, desa Pagelaran, kecamatan Ciomas, kabupaten Bogor, Jawa Barat. Berikut catatatan ringkasnya.

Simak video lengkapnya disini

Takbir, tahlil dan tahmid, sebagai proklamasi akbar yang dilakukan memperingati dua moment penting yang menunjukkan persatuan dan kesatuan umat yag diikat aqidah islamiah. Berkumpulnya umat Islam di Mekkah menunaikan haji tanpa membedakan suku ras dan warna kulit. Kedua, penyembelhan hewan kurban dilaksanakan seluruh umat muslim di semua belahan dunia. Kenangan ini mengingatkan kita kepada keteladanan Nabi dan Rasul Ibarhim AS dan Ismail AS. Nabi Muhammad SAW memerintahkan meneladani ini.

Dari sekian banyak keteladanan Ibrahim, ada empat hal pelajaran yang dapat kita petik. Pertama, kesinambungan generasi shaleh yang dapat memperjuangkan tegaknya nilai-nilai kebenaran. Ketika beliau makin tua kerinduannya generasi penerus semakin besar. Doa selalu dipanjatkan untuk diberi keturunan yang baik. Maka Allah mengabulkannya dengan memberikan keturunan, Ismail AS. Kedua, menjauhi segala bentuk keburukan dan lakukan segala kebaikan. Hal ini ditunjukkan dengan ritual haji. Muslim yang berhaji tidak boleh lakukan perbuatan yang tidak baik. Sebaik-baik bekal adalah taqwa. Pelajaran ketiga, selalu istiqamah. Ibrahim memberi tauladan agar mempertahankan dan memperkokoh jati diridalam beriman. Selalu berusaha mendekatkan diri kepada Illahi. Ibrahim membuat berhala-berhala hancur terpotong-potong kecuali yang paling besar. Semua orang pada saat itu mendengar bahwa ada pemuda yang bernama Ibrahim menghancurkan berhala-berhala demi mengajak kepada penyembahan hanya kepada Allah SWT. Begitulah keistiqamahan Ibrahim dalam menanamkan ketaqwaan. Keempat, waspada terhadap budaya setan. Bagaimana beliau selalu berlindung kapada Allah SWT dari setan terkutuk. Kita diminta masuk Islam secara keseluruhan dan jangan ikuti langkah setan. Pesat terakhir Ibrahim, sesungguhnya Allah telah memilih Islam, maka janganlah mati kecuali benar-benar menjadi seorang muslim.

Dalam pandemi ini semoga yang sakit semoga Allah sembutkannya. yang meninggal mengampuninya, yang kesulitan semoga dimudahkanNya. Aammin.@Gamin

Baca juga: Tahun Kedua Ibadah Idul Adha dengan Prokes Ketat

1 thought on “Empat Pelajaran dari Keteladanan Nabi Ibrahim AS”

  1. Pingback: Tahun Kedua Ibadah Idul Adha dengan Prokes Ketat - Gamin.Id

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top