Kali ini tahun kedua Shalat Id dilaksanakan dengan suasana pembatasan karena wabah covid-19. Berarti telah empat kali shalat id yang dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat. Shalat Idul Fitri serta Idul Adha tahun 1441 Hijriah atau tahun 2020 masehi tahun kemarin. Dan shalat id yang sama pada tahun ini 1442 hijriah atau tahun 2021 masehi. Kali ini bertepatan dengan hari Selasa tanggal 20 Juli tahun 2021.

Protokol itu mengharuskan kami membatasi kerumunan. Shalat idul adha kali ini dilaksanakan pada lingkungan masing-masing. Sesuai dengan anjuran pemerintah yang diinfokan pengurus RT 003 dan pengurus masjid Al Ukhuwah di RW 014 desa Pagelaran kecamatan Ciomas kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pak RT 03 dan Ketua DKM Al Ukhuwah mengabarkan melalui grup whasapp malam sebelum hari raya. Beliau kabarkan setelah rapat dan pengarahan dari Satgas Covid-19 desa Pagelaran yang diikuti segenap pengurus RT dan RW di perumahan kami. Semua pengurus DKM juga turut hadir tentunya.

Satu-per satu jamaah berdatangan di lapangan RT 02 di lingkungan kami, Perumahan Alam Tirta Lestari. Tepatnya di depan rumah pak RW.014-Pak Dede Firdaus, dan tidak jauh dari Masjid AL Ukhuwah. Di situlah kami warga RT.01, 02, dan 03 berkumpul untuk melaksanakan shalat hari raya. Tiga tahun lalu kami warga perubahan Alam Tirta Lestari masih melaksanakannya di tengah-tengah perumahan, yakni di bundaran Alam Tirta. Ada beberapa tempat penyelenggaraan kegiatan serupa di perumahan kami. Tetapi tidak di dalam masjid, semua di lapangan terbuka. Ini ketentuan yang diatur pemerintah dan kami mematuhinya. Bentuk ketaatan kami kepada pemimpin, ulil amri kami menyebutnya.

Jamaah mendengar sambutan Ketua DKM Masjid Al Ukhuwah-Ustadz Dodi Nurhadi

Tidak ada karpet sembahyang yang digelar panitia. Hanya garis-garis shaff dari dari tali rafia yang dibuat guna merapihkan barisan shalat. Sajadah atau karpet sembahyang tiap jamaah membawa sendiri-sendiri. Pun tiap orang harus memakai masker. Yang sakit diperintahkan tidak hadir ke lapangan. Rumput-rumput liar di lapangan telah dirapihkan sehari sebelumnya. Kami jama’ah shalat idul adha mengambil tempat mematuhi garis-garis shaff yang telah ada. Jama’ah wanita berbaris di bagian belakang. Garis tegas berupa pagar sementara dibuat untuk membatasi pria dan wanita. Kami mengikutinya. Bentuk ketaatan kami kepada pemimpin ibadah di lingkungan kami.

Tepat jam 06.30 WIB prosesi shalat Idul Adha dimulai. Panitia muda sampaikan susunan acara1442 H. Pertama, sambutan dari Ketua DKM Masjid Al Ukhuwah-Ustad Dodi Nurhadi. Kedua pelaksanaan shalat Idul Adha yang akan dipimpin imam-Ustadz Ahsanul Taqwim dan khatib Ustadz Marnjuin Fahmi.

Ustadz Dodi Nurhadi mengawali sambutan dengan membaca Surah Al Kautsar. Meski dalam kondisi negeri ini sedang tidak baik-baik saja namun beliau ingatkan bahwa kita masih bisa bersyukur karena mendapat cahaya Illahi dapat berkumpul beribadah di lapangan ini. Dalam situasi apapun kita masih memiliki kekuatan iman yang dengannya masih mampu melampaui segala ujian pandemi ini. DKM Al Ukhuwah menerima hewan kurban sebanyak 2 (dua) ekor sapi dan 27 ekor domba. Berdasarkan hasil kesepakatan seluruh ketua DKM di bawah bimbingan pembina DKM Bapak Ketua RW 014, maka pelaksanaan penyembelihan hewan kurban dilaksanakan di lingkungan RT 01, 02, dan 03. Hal ini untuk menghindari terjadinya klaster baru penyebaran Covid-19.

Hewan Kurban tengah dijaga anak-anak

Imam shalat Ustadz Ahsanul Taqwim memimpin shalat Idul Adha. Beliau mengingatkan kepada jama’ah semua bahwa shalat id terdiri atas dua raka’at. Raka’at pertama diawali dengan tujuh kali takbir dan raka’at kedua diawali lima kali takbir. Diantara takbir diselingi dengan bacaan “Subhanallah walhamdulillah wala illaha ilallah wallahu akbar”. Selanjutnya dilanjutkan bacaan dan ruku’ lalu sujud sebagaimana shalat biasa.

Sang khatib-Ustadz Marjuin Fahmi mengingatkan kita dengan pesan keteladan dari Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Bahwa kita perlu berusaha menjadi insan yang taqwa sebagaimana empat keteladanan yang beliau-beliau berikan.

Baca juga: Empat Keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Isma’il AS

Shalat id ditutup setelah khutbah selesai. Ketua DKM dengan segera mengumumkan agar tidak ada kontak fisik bersalam-salaman sebagaimana ketika tidak ada pandemi covid-19. Jama’ah dihimbau agar segera pulang ke rumah masing-masing. Ustad Dodi mengakhiri dengan pesan agar dapat bersama-sama melaksanakan penyembelihan hewan kurban pada jam 08.00 WIB di masjid Al Ukhuwah.

Penyembelihan hewan kurban dan pembagiannya dilaksanakan bersama-sama. Sebanyak 650 paket daging kurban didistribusikan kepada pihak yang berhak. Semoga ibadah Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban ini diterima Allah SWT sebagai bentuk ketaqwaan terhadap perintahNya. Aamiin. @Gamin

3 thoughts on “Tahun Kedua Ibadah Idul Adha dengan Prokes Ketat”

  1. Pingback: Empat Pelajaran dari Keteladanan Nabi Ibrahim AS - Gamin.Id

  2. Dede Firdaus

    Terimakasih atas publikasinya pak, smoga kita semua selalu dalam keadaan sehat, tetap jaga prokes

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top